Rd Prasetyo
KORUPSI II
di muka tangan memberi
di belakang tangan mencuri
memberi satu
mencuri seribu
di jidat kata tuhan dipahat
dihati setan lebih bermartabat
Medan, 2003
Rd Prasetyo
KORUPTOR
di televisi
gigimu menyeringai
tajam
lidahmu bercabang dua
licik
di koran
wajahmu berganti-ganti
dengan senyum memikat hati
lantang berkata “ saya tidak bersalah “
di bibirku
kupanggil namamu keras-keras
BANGSAAT.
Medan, 2003
Rd Prasetyo
KORUPTOR II
kamu mengeluh sakit
berbalut baju tebal
wajah memelas
ambulanpun meraung
meminta rakyat mengerti
bila kamu benar-benar sakit
rakyat tersenyum
sambil berdoa semoga benar benar sakit
Medan, 2003
Rd Prasetyo
ULANG TAHUN
tiup lilin dan potong kue
diantara tepuk tangan
dan gelak tawa
harapanpun membuncah
panjang umur dan sejahtera selalu
di dinding
jam lelah berdenting
tersenyum kecil dan bergumam
umur kian berkurang satu
selamat ulang tahun.
Jakarta, akhir 2006
Rd Prasetyo
SEMARANG
: pie
I
ruangan - ruangan gelisah
bertebaran untuk dikenang
tak apalah
ketika waktu harus ditentukan
dan haluan adalah pilihan
bila ada yang layak dicatat
catatlah
bacalah sebentar
ketika hendak berdoa.
II
ini kota persinggahan
sebelum semua takdir ditentukan.
Medan, 1999
Rd Prasetyo
BANJARNEGARA
: tri
I
liukan serayu
membangunkan matahari
bergegas menyapa bulir - bulir padi
rinduku sehijau bentangan sawahmu
semangatkan mencecar batu dan kayu
II
gelak tawa masa kanak
kubingkai dengan kaca
kusimpan untuk bekal hari tua
III
ada dawai - dawai gelisah
yang tertinggal di sepenggal kisah
tercecer di masa menuju dewasa
ini adalah tanah kelahiranku
Banjarnegara, 2006
Rd Prasetyo
BOYOLALI
aku sempat singgah
mengikuti ritual hati
lalu tersedak
sebelum akhirnya sadar
waktu tak jua berpihak padaku.
Boyolali, 1995
Rd Prasetyo
MUDIK
ritual tahunan
selalu saja ada yang tertinggal
kita mesti memungutinya
tahun depan.
Banjarnegara, 2005
Rd Prasetyo
BLAMBANGAN
: d
masa akil baligh
berlari diantara rerumputan
berlenggak di pematang
masa itu tiba juga
berbunga bunga menunggu pagi
ah,
senyumnya
membuatku merasa dewasa
ini desaku
ini masa remajaku
ketika
malam selalu penuh kunang - kunang
berbinar menyongsong fajar
Banjarnegara, 1992
Rd Prasetyo
MEDAN
I
diantara jeritan becak motor
sepiring pulut dan durian
menemaniku menyambut matahari
nikmat.
II
dari brastagi ke bukit lawang
kelokan jalan nan berkeringat
amboi,
mataku tak terpejam
Medan, 2000
Rd Prasetyo
BONEKA PUPPY
kuantar sore hari
pada hari ulangtahunmu
kuucapakan selamat ulang tahun
dan berharap ponimu tetap ada
karena itu yang membuatmu ceria
berlari mengejar angkutan
dan duduk paling pojok
boneka ini untukmu
simpan saja
Banjarnegara, april 1986
Rd Prasetyo
SURAT RAKYAT BUAT WAKILNYA
yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
teriaklah
karena ikat pinggang telah amat ketat
sehingga hidung kami tak lagi leluasa
menghirup okisigin
bukankah engkau adalah suaraku ?.
yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berjuanglah demi kami
walau kami tak bisa memberi upeti
karena janjimu kepada kami
anda tak dapat dibeli
yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berhentilah berpura-pura
karena itu menistakan diri
karena ketika saat tiba
kami akan mencabut suara kami
toh kami memang tidak lagi
punya siapa-siapa
meski kata sejarah
kamilah pemilik negeri ini.
Jakarta, 2006
Rd Prasetyo
TELEVISI SATU HARI
pagi hari
sepiring nasi aking dan kelaparan
mengusik rasa kemanusiaan
menuju siang
celoteh dan gosip selebriti
tak jua mendidik anak negeri
siang hari
mutilasi dan kejahatan
tanda kita memang sakit
sore hari
selebriti kembali lagi
tak cukupkah sekali sehari ?
malam hari
sepak bola tak kunjung datang
ah,
ternyata sekarang tak lagi gratis.
Jakarta, 2007
Rd Prasetyo
KORUPSI II
di muka tangan memberi
di belakang tangan mencuri
memberi satu
mencuri seribu
di jidat kata tuhan dipahat
dihati setan lebih bermartabat
Medan, 2003
Rd Prasetyo
KORUPTOR
di televisi
gigimu menyeringai
tajam
lidahmu bercabang dua
licik
di koran
wajahmu berganti-ganti
dengan senyum memikat hati
lantang berkata “ saya tidak bersalah “
di bibirku
kupanggil namamu keras-keras
BANGSAAT.
Medan, 2003
Rd Prasetyo
KORUPTOR II
kamu mengeluh sakit
berbalut baju tebal
wajah memelas
ambulanpun meraung
meminta rakyat mengerti
bila kamu benar-benar sakit
rakyat tersenyum
sambil berdoa semoga benar benar sakit
Medan, 2003
Rd Prasetyo
ULANG TAHUN
tiup lilin dan potong kue
diantara tepuk tangan
dan gelak tawa
harapanpun membuncah
panjang umur dan sejahtera selalu
di dinding
jam lelah berdenting
tersenyum kecil dan bergumam
umur kian berkurang satu
selamat ulang tahun.
Jakarta, akhir 2006
Rd Prasetyo
SEMARANG
: pie
I
ruangan - ruangan gelisah
bertebaran untuk dikenang
tak apalah
ketika waktu harus ditentukan
dan haluan adalah pilihan
bila ada yang layak dicatat
catatlah
bacalah sebentar
ketika hendak berdoa.
II
ini kota persinggahan
sebelum semua takdir ditentukan.
Medan, 1999
Rd Prasetyo
BANJARNEGARA
: tri
I
liukan serayu
membangunkan matahari
bergegas menyapa bulir - bulir padi
rinduku sehijau bentangan sawahmu
semangatkan mencecar batu dan kayu
II
gelak tawa masa kanak
kubingkai dengan kaca
kusimpan untuk bekal hari tua
III
ada dawai - dawai gelisah
yang tertinggal di sepenggal kisah
tercecer di masa menuju dewasa
ini adalah tanah kelahiranku
Banjarnegara, 2006
Rd Prasetyo
BOYOLALI
aku sempat singgah
mengikuti ritual hati
lalu tersedak
sebelum akhirnya sadar
waktu tak jua berpihak padaku.
Boyolali, 1995
Rd Prasetyo
MUDIK
ritual tahunan
selalu saja ada yang tertinggal
kita mesti memungutinya
tahun depan.
Banjarnegara, 2005
Rd Prasetyo
BLAMBANGAN
: d
masa akil baligh
berlari diantara rerumputan
berlenggak di pematang
masa itu tiba juga
berbunga bunga menunggu pagi
ah,
senyumnya
membuatku merasa dewasa
ini desaku
ini masa remajaku
ketika
malam selalu penuh kunang - kunang
berbinar menyongsong fajar
Banjarnegara, 1992
Rd Prasetyo
MEDAN
I
diantara jeritan becak motor
sepiring pulut dan durian
menemaniku menyambut matahari
nikmat.
II
dari brastagi ke bukit lawang
kelokan jalan nan berkeringat
amboi,
mataku tak terpejam
Medan, 2000
Rd Prasetyo
BONEKA PUPPY
kuantar sore hari
pada hari ulangtahunmu
kuucapakan selamat ulang tahun
dan berharap ponimu tetap ada
karena itu yang membuatmu ceria
berlari mengejar angkutan
dan duduk paling pojok
boneka ini untukmu
simpan saja
Banjarnegara, april 1986
Rd Prasetyo
SURAT RAKYAT BUAT WAKILNYA
yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
teriaklah
karena ikat pinggang telah amat ketat
sehingga hidung kami tak lagi leluasa
menghirup okisigin
bukankah engkau adalah suaraku ?.
yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berjuanglah demi kami
walau kami tak bisa memberi upeti
karena janjimu kepada kami
anda tak dapat dibeli
yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berhentilah berpura-pura
karena itu menistakan diri
karena ketika saat tiba
kami akan mencabut suara kami
toh kami memang tidak lagi
punya siapa-siapa
meski kata sejarah
kamilah pemilik negeri ini.
Jakarta, 2006
Rd Prasetyo
TELEVISI SATU HARI
pagi hari
sepiring nasi aking dan kelaparan
mengusik rasa kemanusiaan
menuju siang
celoteh dan gosip selebriti
tak jua mendidik anak negeri
siang hari
mutilasi dan kejahatan
tanda kita memang sakit
sore hari
selebriti kembali lagi
tak cukupkah sekali sehari ?
malam hari
sepak bola tak kunjung datang
ah,
ternyata sekarang tak lagi gratis.
Jakarta, 2007
Rd Prasetyo
KORUPSI II
di muka tangan memberi
di belakang tangan mencuri
memberi satu
mencuri seribu
di jidat kata tuhan dipahat
dihati setan lebih bermartabat
Medan, 2003
Rd Prasetyo
KORUPTOR
di televisi
gigimu menyeringai
tajam
lidahmu bercabang dua
licik
di koran
wajahmu berganti-ganti
dengan senyum memikat hati
lantang berkata “ saya tidak bersalah “
di bibirku
kupanggil namamu keras-keras
BANGSAAT.
Medan, 2003
Rd Prasetyo
KORUPTOR II
kamu mengeluh sakit
berbalut baju tebal
wajah memelas
ambulanpun meraung
meminta rakyat mengerti
bila kamu benar-benar sakit
rakyat tersenyum
sambil berdoa semoga benar benar sakit
Medan, 2003
Rd Prasetyo
ULANG TAHUN
tiup lilin dan potong kue
diantara tepuk tangan
dan gelak tawa
harapanpun membuncah
panjang umur dan sejahtera selalu
di dinding
jam lelah berdenting
tersenyum kecil dan bergumam
umur kian berkurang satu
selamat ulang tahun.
Jakarta, akhir 2006
Rd Prasetyo
SEMARANG
: pie
I
ruangan - ruangan gelisah
bertebaran untuk dikenang
tak apalah
ketika waktu harus ditentukan
dan haluan adalah pilihan
bila ada yang layak dicatat
catatlah
bacalah sebentar
ketika hendak berdoa.
II
ini kota persinggahan
sebelum semua takdir ditentukan.
Medan, 1999
Rd Prasetyo
BANJARNEGARA
: tri
I
liukan serayu
membangunkan matahari
bergegas menyapa bulir - bulir padi
rinduku sehijau bentangan sawahmu
semangatkan mencecar batu dan kayu
II
gelak tawa masa kanak
kubingkai dengan kaca
kusimpan untuk bekal hari tua
III
ada dawai - dawai gelisah
yang tertinggal di sepenggal kisah
tercecer di masa menuju dewasa
ini adalah tanah kelahiranku
Banjarnegara, 2006
Rd Prasetyo
BOYOLALI
aku sempat singgah
mengikuti ritual hati
lalu tersedak
sebelum akhirnya sadar
waktu tak jua berpihak padaku.
Boyolali, 1995
Rd Prasetyo
MUDIK
ritual tahunan
selalu saja ada yang tertinggal
kita mesti memungutinya
tahun depan.
Banjarnegara, 2005
Rd Prasetyo
BLAMBANGAN
: d
masa akil baligh
berlari diantara rerumputan
berlenggak di pematang
masa itu tiba juga
berbunga bunga menunggu pagi
ah,
senyumnya
membuatku merasa dewasa
ini desaku
ini masa remajaku
ketika
malam selalu penuh kunang - kunang
berbinar menyongsong fajar
Banjarnegara, 1992
Rd Prasetyo
MEDAN
I
diantara jeritan becak motor
sepiring pulut dan durian
menemaniku menyambut matahari
nikmat.
II
dari brastagi ke bukit lawang
kelokan jalan nan berkeringat
amboi,
mataku tak terpejam
Medan, 2000
Rd Prasetyo
BONEKA PUPPY
kuantar sore hari
pada hari ulangtahunmu
kuucapakan selamat ulang tahun
dan berharap ponimu tetap ada
karena itu yang membuatmu ceria
berlari mengejar angkutan
dan duduk paling pojok
boneka ini untukmu
simpan saja
Banjarnegara, april 1986
Rd Prasetyo
SURAT RAKYAT BUAT WAKILNYA
yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
teriaklah
karena ikat pinggang telah amat ketat
sehingga hidung kami tak lagi leluasa
menghirup okisigin
bukankah engkau adalah suaraku ?.
yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berjuanglah demi kami
walau kami tak bisa memberi upeti
karena janjimu kepada kami
anda tak dapat dibeli
yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berhentilah berpura-pura
karena itu menistakan diri
karena ketika saat tiba
kami akan mencabut suara kami
toh kami memang tidak lagi
punya siapa-siapa
meski kata sejarah
kamilah pemilik negeri ini.
Jakarta, 2006
Rd Prasetyo
TELEVISI SATU HARI
pagi hari
sepiring nasi aking dan kelaparan
mengusik rasa kemanusiaan
menuju siang
celoteh dan gosip selebriti
tak jua mendidik anak negeri
siang hari
mutilasi dan kejahatan
tanda kita memang sakit
sore hari
selebriti kembali lagi
tak cukupkah sekali sehari ?
malam hari
sepak bola tak kunjung datang
ah,
ternyata sekarang tak lagi gratis.
Jakarta, 2007
Senin, 28 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar