Senin, 28 April 2008

PUISI PUISI RD PRASETYO

Rd Prasetyo

KORUPSI II

di muka tangan memberi
di belakang tangan mencuri

memberi satu
mencuri seribu

di jidat kata tuhan dipahat
dihati setan lebih bermartabat

Medan, 2003
























Rd Prasetyo

KORUPTOR

di televisi
gigimu menyeringai
tajam
lidahmu bercabang dua
licik

di koran
wajahmu berganti-ganti
dengan senyum memikat hati
lantang berkata “ saya tidak bersalah “

di bibirku
kupanggil namamu keras-keras
BANGSAAT.


Medan, 2003





















Rd Prasetyo



KORUPTOR II

kamu mengeluh sakit
berbalut baju tebal
wajah memelas

ambulanpun meraung
meminta rakyat mengerti
bila kamu benar-benar sakit

rakyat tersenyum
sambil berdoa semoga benar benar sakit


Medan, 2003




















Rd Prasetyo



ULANG TAHUN

tiup lilin dan potong kue
diantara tepuk tangan
dan gelak tawa
harapanpun membuncah
panjang umur dan sejahtera selalu

di dinding
jam lelah berdenting
tersenyum kecil dan bergumam
umur kian berkurang satu

selamat ulang tahun.


Jakarta, akhir 2006




















Rd Prasetyo


SEMARANG

: pie

I

ruangan - ruangan gelisah
bertebaran untuk dikenang

tak apalah
ketika waktu harus ditentukan
dan haluan adalah pilihan

bila ada yang layak dicatat
catatlah

bacalah sebentar
ketika hendak berdoa.

II

ini kota persinggahan
sebelum semua takdir ditentukan.


Medan, 1999










Rd Prasetyo


BANJARNEGARA

: tri

I

liukan serayu
membangunkan matahari
bergegas menyapa bulir - bulir padi

rinduku sehijau bentangan sawahmu
semangatkan mencecar batu dan kayu

II

gelak tawa masa kanak
kubingkai dengan kaca
kusimpan untuk bekal hari tua

III

ada dawai - dawai gelisah
yang tertinggal di sepenggal kisah
tercecer di masa menuju dewasa

ini adalah tanah kelahiranku

Banjarnegara, 2006











Rd Prasetyo



BOYOLALI

aku sempat singgah
mengikuti ritual hati
lalu tersedak
sebelum akhirnya sadar
waktu tak jua berpihak padaku.

Boyolali, 1995



























Rd Prasetyo


MUDIK

ritual tahunan
selalu saja ada yang tertinggal
kita mesti memungutinya
tahun depan.


Banjarnegara, 2005


























Rd Prasetyo


BLAMBANGAN

: d

masa akil baligh
berlari diantara rerumputan
berlenggak di pematang

masa itu tiba juga
berbunga bunga menunggu pagi
ah,
senyumnya
membuatku merasa dewasa

ini desaku
ini masa remajaku
ketika
malam selalu penuh kunang - kunang
berbinar menyongsong fajar


Banjarnegara, 1992















Rd Prasetyo



MEDAN

I

diantara jeritan becak motor
sepiring pulut dan durian
menemaniku menyambut matahari
nikmat.


II

dari brastagi ke bukit lawang
kelokan jalan nan berkeringat
amboi,
mataku tak terpejam


Medan, 2000


















Rd Prasetyo



BONEKA PUPPY

kuantar sore hari
pada hari ulangtahunmu

kuucapakan selamat ulang tahun
dan berharap ponimu tetap ada
karena itu yang membuatmu ceria
berlari mengejar angkutan
dan duduk paling pojok

boneka ini untukmu
simpan saja


Banjarnegara, april 1986



















Rd Prasetyo


SURAT RAKYAT BUAT WAKILNYA

yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
teriaklah
karena ikat pinggang telah amat ketat
sehingga hidung kami tak lagi leluasa
menghirup okisigin
bukankah engkau adalah suaraku ?.

yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berjuanglah demi kami
walau kami tak bisa memberi upeti
karena janjimu kepada kami
anda tak dapat dibeli

yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berhentilah berpura-pura
karena itu menistakan diri

karena ketika saat tiba
kami akan mencabut suara kami
toh kami memang tidak lagi
punya siapa-siapa
meski kata sejarah
kamilah pemilik negeri ini.

Jakarta, 2006






Rd Prasetyo


TELEVISI SATU HARI

pagi hari
sepiring nasi aking dan kelaparan
mengusik rasa kemanusiaan

menuju siang
celoteh dan gosip selebriti
tak jua mendidik anak negeri

siang hari
mutilasi dan kejahatan
tanda kita memang sakit

sore hari
selebriti kembali lagi
tak cukupkah sekali sehari ?

malam hari
sepak bola tak kunjung datang
ah,
ternyata sekarang tak lagi gratis.


Jakarta, 2007






Rd Prasetyo

KORUPSI II

di muka tangan memberi
di belakang tangan mencuri

memberi satu
mencuri seribu

di jidat kata tuhan dipahat
dihati setan lebih bermartabat

Medan, 2003
























Rd Prasetyo

KORUPTOR

di televisi
gigimu menyeringai
tajam
lidahmu bercabang dua
licik

di koran
wajahmu berganti-ganti
dengan senyum memikat hati
lantang berkata “ saya tidak bersalah “

di bibirku
kupanggil namamu keras-keras
BANGSAAT.


Medan, 2003





















Rd Prasetyo



KORUPTOR II

kamu mengeluh sakit
berbalut baju tebal
wajah memelas

ambulanpun meraung
meminta rakyat mengerti
bila kamu benar-benar sakit

rakyat tersenyum
sambil berdoa semoga benar benar sakit


Medan, 2003




















Rd Prasetyo



ULANG TAHUN

tiup lilin dan potong kue
diantara tepuk tangan
dan gelak tawa
harapanpun membuncah
panjang umur dan sejahtera selalu

di dinding
jam lelah berdenting
tersenyum kecil dan bergumam
umur kian berkurang satu

selamat ulang tahun.


Jakarta, akhir 2006




















Rd Prasetyo


SEMARANG

: pie

I

ruangan - ruangan gelisah
bertebaran untuk dikenang

tak apalah
ketika waktu harus ditentukan
dan haluan adalah pilihan

bila ada yang layak dicatat
catatlah

bacalah sebentar
ketika hendak berdoa.

II

ini kota persinggahan
sebelum semua takdir ditentukan.


Medan, 1999










Rd Prasetyo


BANJARNEGARA

: tri

I

liukan serayu
membangunkan matahari
bergegas menyapa bulir - bulir padi

rinduku sehijau bentangan sawahmu
semangatkan mencecar batu dan kayu

II

gelak tawa masa kanak
kubingkai dengan kaca
kusimpan untuk bekal hari tua

III

ada dawai - dawai gelisah
yang tertinggal di sepenggal kisah
tercecer di masa menuju dewasa

ini adalah tanah kelahiranku

Banjarnegara, 2006











Rd Prasetyo



BOYOLALI

aku sempat singgah
mengikuti ritual hati
lalu tersedak
sebelum akhirnya sadar
waktu tak jua berpihak padaku.

Boyolali, 1995



























Rd Prasetyo


MUDIK

ritual tahunan
selalu saja ada yang tertinggal
kita mesti memungutinya
tahun depan.


Banjarnegara, 2005


























Rd Prasetyo


BLAMBANGAN

: d

masa akil baligh
berlari diantara rerumputan
berlenggak di pematang

masa itu tiba juga
berbunga bunga menunggu pagi
ah,
senyumnya
membuatku merasa dewasa

ini desaku
ini masa remajaku
ketika
malam selalu penuh kunang - kunang
berbinar menyongsong fajar


Banjarnegara, 1992















Rd Prasetyo



MEDAN

I

diantara jeritan becak motor
sepiring pulut dan durian
menemaniku menyambut matahari
nikmat.


II

dari brastagi ke bukit lawang
kelokan jalan nan berkeringat
amboi,
mataku tak terpejam


Medan, 2000


















Rd Prasetyo



BONEKA PUPPY

kuantar sore hari
pada hari ulangtahunmu

kuucapakan selamat ulang tahun
dan berharap ponimu tetap ada
karena itu yang membuatmu ceria
berlari mengejar angkutan
dan duduk paling pojok

boneka ini untukmu
simpan saja


Banjarnegara, april 1986



















Rd Prasetyo


SURAT RAKYAT BUAT WAKILNYA

yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
teriaklah
karena ikat pinggang telah amat ketat
sehingga hidung kami tak lagi leluasa
menghirup okisigin
bukankah engkau adalah suaraku ?.

yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berjuanglah demi kami
walau kami tak bisa memberi upeti
karena janjimu kepada kami
anda tak dapat dibeli

yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berhentilah berpura-pura
karena itu menistakan diri

karena ketika saat tiba
kami akan mencabut suara kami
toh kami memang tidak lagi
punya siapa-siapa
meski kata sejarah
kamilah pemilik negeri ini.

Jakarta, 2006






Rd Prasetyo


TELEVISI SATU HARI

pagi hari
sepiring nasi aking dan kelaparan
mengusik rasa kemanusiaan

menuju siang
celoteh dan gosip selebriti
tak jua mendidik anak negeri

siang hari
mutilasi dan kejahatan
tanda kita memang sakit

sore hari
selebriti kembali lagi
tak cukupkah sekali sehari ?

malam hari
sepak bola tak kunjung datang
ah,
ternyata sekarang tak lagi gratis.


Jakarta, 2007







Rd Prasetyo

KORUPSI II

di muka tangan memberi
di belakang tangan mencuri

memberi satu
mencuri seribu

di jidat kata tuhan dipahat
dihati setan lebih bermartabat

Medan, 2003
























Rd Prasetyo

KORUPTOR

di televisi
gigimu menyeringai
tajam
lidahmu bercabang dua
licik

di koran
wajahmu berganti-ganti
dengan senyum memikat hati
lantang berkata “ saya tidak bersalah “

di bibirku
kupanggil namamu keras-keras
BANGSAAT.


Medan, 2003





















Rd Prasetyo



KORUPTOR II

kamu mengeluh sakit
berbalut baju tebal
wajah memelas

ambulanpun meraung
meminta rakyat mengerti
bila kamu benar-benar sakit

rakyat tersenyum
sambil berdoa semoga benar benar sakit


Medan, 2003




















Rd Prasetyo



ULANG TAHUN

tiup lilin dan potong kue
diantara tepuk tangan
dan gelak tawa
harapanpun membuncah
panjang umur dan sejahtera selalu

di dinding
jam lelah berdenting
tersenyum kecil dan bergumam
umur kian berkurang satu

selamat ulang tahun.


Jakarta, akhir 2006




















Rd Prasetyo


SEMARANG

: pie

I

ruangan - ruangan gelisah
bertebaran untuk dikenang

tak apalah
ketika waktu harus ditentukan
dan haluan adalah pilihan

bila ada yang layak dicatat
catatlah

bacalah sebentar
ketika hendak berdoa.

II

ini kota persinggahan
sebelum semua takdir ditentukan.


Medan, 1999










Rd Prasetyo


BANJARNEGARA

: tri

I

liukan serayu
membangunkan matahari
bergegas menyapa bulir - bulir padi

rinduku sehijau bentangan sawahmu
semangatkan mencecar batu dan kayu

II

gelak tawa masa kanak
kubingkai dengan kaca
kusimpan untuk bekal hari tua

III

ada dawai - dawai gelisah
yang tertinggal di sepenggal kisah
tercecer di masa menuju dewasa

ini adalah tanah kelahiranku

Banjarnegara, 2006











Rd Prasetyo



BOYOLALI

aku sempat singgah
mengikuti ritual hati
lalu tersedak
sebelum akhirnya sadar
waktu tak jua berpihak padaku.

Boyolali, 1995



























Rd Prasetyo


MUDIK

ritual tahunan
selalu saja ada yang tertinggal
kita mesti memungutinya
tahun depan.


Banjarnegara, 2005


























Rd Prasetyo


BLAMBANGAN

: d

masa akil baligh
berlari diantara rerumputan
berlenggak di pematang

masa itu tiba juga
berbunga bunga menunggu pagi
ah,
senyumnya
membuatku merasa dewasa

ini desaku
ini masa remajaku
ketika
malam selalu penuh kunang - kunang
berbinar menyongsong fajar


Banjarnegara, 1992















Rd Prasetyo



MEDAN

I

diantara jeritan becak motor
sepiring pulut dan durian
menemaniku menyambut matahari
nikmat.


II

dari brastagi ke bukit lawang
kelokan jalan nan berkeringat
amboi,
mataku tak terpejam


Medan, 2000


















Rd Prasetyo



BONEKA PUPPY

kuantar sore hari
pada hari ulangtahunmu

kuucapakan selamat ulang tahun
dan berharap ponimu tetap ada
karena itu yang membuatmu ceria
berlari mengejar angkutan
dan duduk paling pojok

boneka ini untukmu
simpan saja


Banjarnegara, april 1986



















Rd Prasetyo


SURAT RAKYAT BUAT WAKILNYA

yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
teriaklah
karena ikat pinggang telah amat ketat
sehingga hidung kami tak lagi leluasa
menghirup okisigin
bukankah engkau adalah suaraku ?.

yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berjuanglah demi kami
walau kami tak bisa memberi upeti
karena janjimu kepada kami
anda tak dapat dibeli

yang terhormat wakil kami
atau yang mengaku wakil kami
berhentilah berpura-pura
karena itu menistakan diri

karena ketika saat tiba
kami akan mencabut suara kami
toh kami memang tidak lagi
punya siapa-siapa
meski kata sejarah
kamilah pemilik negeri ini.

Jakarta, 2006






Rd Prasetyo


TELEVISI SATU HARI

pagi hari
sepiring nasi aking dan kelaparan
mengusik rasa kemanusiaan

menuju siang
celoteh dan gosip selebriti
tak jua mendidik anak negeri

siang hari
mutilasi dan kejahatan
tanda kita memang sakit

sore hari
selebriti kembali lagi
tak cukupkah sekali sehari ?

malam hari
sepak bola tak kunjung datang
ah,
ternyata sekarang tak lagi gratis.


Jakarta, 2007

PUISI PUISI RD PRASETYO

RD Prasetyo
KORUPSI


pat gulipat
kejujuran terlipat sangat

pat gulipat
nurani tak lagi bersahabat

pat gulipat
serakah kian menjerat

pat gulipat
ini laknat

Medan, 2003